Mobile News

Logo Merah Leica Pertama di Smartphone: Xiaomi 17 Ultra by Leica

Xiaomi jadi merek pertama yang diizinkan memasang red dot Leica. Apa saja yang berubah pada kamera, desain, dan performanya? Ini pembahasan lengkapnya

PenulisBrowsex
Terbit12 AGU 2026
Waktu baca8 menit · 1.708 kata
Tagchip / mobile / kamera

Xiaomi 17 Ultra by Leica adalah titik balik dalam kolaborasi Xiaomi dan Leica yang sudah berjalan sejak 2022. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, logo bulat merah Leica, simbol yang selama ini hanya boleh menempel di bodi kamera Leica sendiri, diizinkan hadir di sebuah smartphone. Sebelum ini, semua ponsel hasil kerja sama Leica (Huawei, Sharp, hingga Xiaomi generasi sebelumnya) hanya diperbolehkan mencantumkan tulisan "LEICA" tanpa red dot.

Xiaomi 17 Ultra by Leica dengan logo merah Leica pada modul kamera dan tampilan mode Leica M9 di layar
Modul kamera Xiaomi 17 Ultra by Leica dengan red dot, serta antarmuka mode Leica M9 dan continuous optical zoom.

Perubahan kecil itu menandai sesuatu yang lebih besar: posisi Xiaomi dan Leica kini terasa setara, bukan lagi hubungan vendor-lisensor. Bahkan pada kemasannya, kedua logo diletakkan berdampingan dengan ukuran yang seimbang, berbeda dari Xiaomi 15 Ultra yang masih didominasi identitas Xiaomi.


Dua Versi, Satu Nama

Penting untuk memahami sejak awal: di pasar China, Xiaomi 17 Ultra hadir dalam dua varian berbeda.

Aspek Xiaomi 17 Ultra (reguler) Xiaomi 17 Ultra by Leica
Logo merah Leica Tidak ada Ada, di modul kamera
Desain bodi Standar Dual-tone, tekstur kulit vegan, knurling
Ring kamera mekanis Tidak ada Ada, fungsional
Mode Leica Essential (M3/M9) Terbatas Lengkap, rasio 3:2
Chip keamanan & enkripsi - Ada
Komunikasi satelit ganda - Ada
Selisih harga ± 500 yuan (± Rp1,2 juta)

Selisih harganya memang hanya sekitar Rp1,2 juta, tetapi yang dibeli bukan sekadar logo, ada perbedaan hardware dan software yang nyata, terutama pada ring kamera fisik dan profil warna eksklusif.


Dapur Pacu: Snapdragon 8 Elite Gen 5

Sektor performa adalah bagian yang paling mudah diprediksi dari sebuah ponsel Ultra, dan Xiaomi tidak mengambil jalan pintas di sini.

Komponen Spesifikasi
Chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, fabrikasi 3 nm
CPU Octa-core, clock hingga 4,6 GHz
GPU Adreno 840
RAM 16 GB LPDDR5X
Penyimpanan 512 GB atau 1 TB UFS 4.1
Pendinginan Xiaomi 3D Dual-Channel IceLoop

Dalam pemakaian nyata, performanya lancar tanpa catatan dan suhu perangkat berada di level wajar, tidak ada gejala throttling agresif atau panas berlebih yang perlu dikhawatirkan. Ini justru menjadi indikasi menarik: pada perangkat kelas ini, spesifikasi chipset sudah bukan lagi pembeda utama. Yang membedakan adalah pengalaman fotografinya.


Sistem Kamera: Inti dari Seluruh Produk

Xiaomi memakai sistem Leica Vario-APO-SUMMILUX dengan tiga kamera belakang.

Kamera Resolusi Sensor Catatan
Utama 50 MP 1 inci, Light Fusion 1050L Mendukung LOFIC HDR untuk dynamic range lebih luas
Telefoto periskop 200 MP 1/1,4 inci Setara 75-100 mm, zoom optik mekanis
Ultrawide 50 MP 1/2,75 inci, Samsung JN5 f/2,2, setara 14 mm, bidang pandang 115°
Depan 50 MP 1/2,87 inci f/2,2, setara 21 mm

Continuous Optical Zoom: Bagian Paling Menarik

Telefoto periskop 200 MP adalah bintang sesungguhnya. Elemen lensanya benar-benar bergerak secara mekanis. Pada rentang sekitar 3,2× sampai 4,3×, setiap perubahan zoom, 3,5×, 3,9×, 4,0×, 4,3×, dihasilkan dari pergerakan optik fisik, bukan cropping digital.

Di luar rentang tersebut (5,6×, 7,9×, dan seterusnya), lensa berhenti bergerak dan sistem kembali mengandalkan interpolasi software. Inilah perbedaan mendasar antara optical zoom dan digital zoom, dan sensasi melihat lensa smartphone maju-mundur seperti lensa kamera sungguhan adalah hal yang jarang ditemukan di industri ini.

Lensa belakang dilindungi Gorilla Glass 7i.


Ring Kamera Mekanis: Bukan Gimik

Ring fisik yang melingkari modul kamera bisa diputar dengan resistansi yang terasa presisi, tidak licin seperti aksesori murah, tidak berat berlebihan. Xiaomi menanam bearing khusus untuk mendapatkan bobot putaran yang menyerupai lensa kamera asli.

Fungsinya bisa dikonfigurasi:

  • Continuous zoom dengan tingkat presisi tinggi, semakin kecil rentang angkanya, semakin halus perubahannya
  • Exposure value (EV)
  • Pergantian filter atau profil warna dengan preview langsung

Casing bawaan edisi ini pun dirancang mengikuti: cincin pada casing ikut berputar dan menyatu dengan ring bodi, sehingga fungsinya tetap hidup saat casing terpasang.


Leica Essential: M3 dan M9 dalam Bentuk Digital

Jika generasi sebelumnya hanya menawarkan Leica Authentic dan Leica Vibrant, edisi by Leica memperluas pilihan secara signifikan: Leica Standard, Vibrant, Natural, Chrome, hingga Classic.

Yang paling menarik adalah mode Leica Essential, yang mereplikasi karakter dua kamera legendaris:

  • Leica M3 (monokrom), bukan sekadar menghapus saturasi. Distribusi gelap-terangnya punya karakter tersendiri; bagian mana yang dipertahankan sebagai highlight dan mana yang jatuh ke bayangan terasa disengaja, bukan hasil konversi grayscale biasa.
  • Leica M9, lebih netral di bawah cahaya matahari, lebih ekspresif dan kreatif pada kondisi malam atau low light. Karakternya berubah mengikuti situasi pencahayaan, bukan filter statis yang menempelkan rona hijau di semua kondisi. Di ruangan dengan cahaya hangat, misalnya, nuansa kuningnya justru diperkuat.

Foto diambil dalam rasio 3:2, mengikuti format kamera Leica.


Layar, Baterai, dan Ketahanan

Aspek Detail
Layar HyperRGB OLED 6,9 inci, 2608 × 1200 piksel, LTPO 1-120 Hz adaptif, kecerahan puncak 3.500 nits, Xiaomi Shield Glass 3.0
Bodi Aluminium, 162,9 × 77,6 × 8,29 mm, bobot ± 218 gram
Ketahanan Sertifikasi IP68 (tahan air dan debu)
Baterai 6.800 mAh pada unit pasar China; unit resmi Indonesia tercatat 6.000 mAh
Pengisian 90 W berkabel, 50 W nirkabel, plus reverse wireless charging
Konektivitas 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, USB Type-C, dual nano-SIM
Biometrik Fingerprint ultrasonik dalam layar dan Face Unlock

Catatan jujur soal pengisian daya: kepala charger yang disertakan berkapasitas 100 W, tetapi perangkat membatasi input di 90 W. Untuk sebuah ponsel berlabel "Ultra" di tahun 2026, ketika kompetitor sudah menyentuh 120 W, angka ini terasa konservatif, meski secara praktik tetap cepat.


Isi Kotak: Pengalaman Unboxing Kelas Kamera

Paket penjualan edisi by Leica sengaja dibuat menyerupai unboxing lensa, bukan smartphone:

  • Kain pembersih lensa berlogo Leica dengan tekstur lembut khusus optik
  • Strap atau lanyard merah khas Leica dengan ujung hitam dan pengait
  • Lens cap logam dengan lapisan suede di bagian dalam
  • Casing magnetik bertekstur kulit dengan cincin fungsional
  • Charger 100 W dan kabel braided (USB-A ke USB-C)
  • Opsional: Photography Kit dengan tombol shutter fisik, kontrol zoom, tombol rekam, dan pengaturan ISO

Antarmuka pun mendapat perlakuan khusus: icon pack custom dominan merah-hitam, tipografi ala Leica pada elemen tertentu, serta animasi bootup bertema Leica, berbeda dari HyperOS standar yang lebih berwarna.


Keunggulan Utama

  1. Red dot Leica pertama di smartphone, nilai simbolis dan diferensiasi visual yang tidak dimiliki flagship manapun
  2. Continuous optical zoom mekanis 75-100 mm, zoom optik sejati, bukan crop digital
  3. Ring kamera fisik yang fungsional untuk zoom, EV, dan filter
  4. Mode Leica Essential (M3 & M9) dengan karakter warna yang adaptif terhadap kondisi cahaya
  5. Snapdragon 8 Elite Gen 5 + 16 GB RAM + hingga 1 TB, performa tanpa kompromi
  6. Sensor utama 1 inci dengan LOFIC HDR
  7. Ergonomi bodi, knurling di sisi rangka membuat pegangan sangat stabil, tombol bulat mengingatkan pada desain iPhone generasi awal
  8. Paket aksesori fotografi yang lengkap dan berkualitas tinggi

Catatan Kritis

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan secara objektif:

  • Kualitas foto secara umum tidak otomatis mengalahkan flagship lain. Untuk 90% pemakaian sehari-hari, dynamic range, detail, kualitas telefoto, dan performa low light dari Oppo, Vivo, Samsung, maupun iPhone kelas atas sudah berada di level yang setara. Di segmen ini, perbedaannya sudah masuk ranah selera warna, bukan lagi kualitas absolut.
  • Karakter Leica tidak selalu memberi nilai tambah. Profil warna Leica paling terasa manfaatnya pada street photography, foto bernuansa tradisional, atau adegan dengan cerita kuat. Untuk foto produk, sepatu, atau pemandangan biasa, kontribusinya minim.
  • Kualitas video tidak setara kualitas fotonya. Perekaman 4K 60 fps kamera depan menghasilkan karakter yang jauh lebih netral dan terang, stabil dan tajam, tetapi tanpa kontras dan karakter warna yang menjadi kekuatan mode fotonya.
  • Casing pihak ketiga justru menghilangkan identitasnya. Karena daya tarik terbesar edisi ini adalah tampilan bodi bawaannya, memasang casing non-Leica cenderung menurunkan kesan premiumnya.
  • Pengisian 90 W terasa di bawah ekspektasi untuk kelas Ultra.

Harga dan Ketersediaan

Pasar China

Xiaomi 17 Ultra diperkenalkan pada 25 Desember 2025 dan mulai dijual 27 Desember 2025. Rentang harga edisi by Leica berada di kisaran 8.000-9.000 yuan, atau setara sekitar Rp20 jutaan. Versi reguler lebih murah sekitar 500 yuan.

Pasar Indonesia

Xiaomi 17 Series resmi diluncurkan di Indonesia pada 3 Maret 2026, dengan penjualan perdana 7-15 Maret 2026.

Varian Harga
Xiaomi 17 Ultra 16 GB / 512 GB Rp19.999.000
Xiaomi 17 Ultra 16 GB / 1 TB Rp22.999.000

Unit resmi Indonesia tersedia dalam warna Black, White, dan Starlit Green, disertai garansi 24 bulan serta jaminan pembaruan OS hingga lima generasi. Pada masa penjualan perdana, pembelian Xiaomi 17 Ultra mendapat bonus Photography Kit.

Perlu dicatat: varian yang masuk secara resmi ke Indonesia adalah versi reguler, bukan edisi by Leica dengan red dot. Untuk pengalaman Leica yang lebih murni, Xiaomi juga menghadirkan Xiaomi Leica Leitzphone di Indonesia pada tanggal peluncuran yang sama.


Kesimpulan

Xiaomi 17 Ultra by Leica adalah produk yang mengaburkan garis antara smartphone dan kamera, dan itu tampaknya memang tujuannya. Xiaomi berhasil membuat perangkat yang membuat orang berhenti mempertanyakan prosesor, RAM, atau kapasitas baterainya, karena identitas fotografinya begitu dominan.

Secara teknis, ini adalah flagship lengkap: chipset tercepat, layar terang, sensor besar, tahan air, dan zoom optik mekanis yang secara rekayasa memang mengesankan. Tetapi nilai jual utamanya bukan di sana. Nilai jualnya ada pada pengalaman, tekstur gerigi di rangka, resistansi ring kamera saat diputar, karakter monokrom M3, dan satu titik merah kecil yang membuat orang menoleh dari jarak jauh.

Untuk pengguna yang benar-benar memotret dan menghargai proses fotografi, perangkat ini masuk akal. Untuk pengguna yang hanya butuh kamera bagus untuk media sosial, flagship lain dengan harga lebih rendah sudah lebih dari cukup.


Sumber data spesifikasi dan harga: Xiaomi Indonesia, GSMArena, Kompas Tekno, CNBC Indonesia, detikINET, dan Medcom. Impresi penggunaan bersumber dari sesi hands-on unit pasar China.