AI News

Bakar Duit Rp2.300 Triliun: Taruhan Terbesar Sejarah Startup

Bagaimana perusahaan yang rugi puluhan miliar dolar per tahun justru valuasinya naik terus, dan apa yang sebenarnya sedang dipertaruhkan.

PenulisBrowsex
Terbit05 AGU 2026
Waktu baca7 menit · 1.486 kata
Tagopenai / valuasi / bakar-duit / ipo

Angkanya dulu, biar enggak ada yang salah paham

Ini bukan cerita soal startup boros biasa. Ini kategori sendiri.

Deutsche Bank menghitung OpenAI akan mencatat arus kas bebas negatif kumulatif sekitar $143 miliar sepanjang 2024 sampai 2029 sebelum akhirnya untung. Sekitar Rp2.300 triliun. Analis di lembaga lain bahkan menyebut angka bisa tembus $200 miliar sampai 2030 kalau komitmen data center dihitung penuh.

Kalimat Deutsche Bank di laporannya lugas: belum ada startup dalam sejarah yang beroperasi dengan kerugian sebesar ini. Mereka menyebutnya wilayah yang benar-benar belum terpetakan.

Buat pembanding: Uber, yang dulu jadi simbol startup paling boros sedunia, bakar sekitar $18 miliar selama enam tahun sebelum arus kasnya positif. Tesla butuh sembilan tahun dan sekitar $9 miliar. OpenAI berada di kelipatan yang berbeda sama sekali.

Dan ini bukan proyeksi kosong. Laporan keuangan OpenAI yang diverifikasi Financial Times menunjukkan perusahaan ini rugi sekitar $38,5 miliar sepanjang 2025 dengan pendapatan $13,07 miliar. Artinya: setiap satu dolar yang masuk, hampir tiga dolar keluar.

Pertanyaan wajarnya cuma satu. Kok masih ada yang mau kasih duit?

Jawaban pertama: growth-nya memang belum pernah ada duanya

Ini bagian yang jujur harus diakui, bahkan oleh yang paling skeptis.

Kurva pendapatan OpenAI naik dari sekitar $2 miliar (annualized) di akhir 2023, ke $6 miliar di 2024, lalu tembus $20 miliar di akhir 2025. CFO Sarah Friar mengonfirmasi angka $20 miliar itu ke Reuters pada Januari 2026. Per kuartal pertama 2026, OpenAI melaporkan pendapatan $5,7 miliar dalam tiga bulan, sekitar $2 miliar per bulan.

Dari sisi pengguna, ChatGPT naik dari 800 juta pengguna aktif mingguan di Desember 2025 jadi sekitar 900 juta di Februari 2026. Satu dari sembilan manusia di planet ini menyentuh produk OpenAI setiap minggu.

Google butuh bertahun-tahun untuk sampai ke skala pendapatan seperti ini. OpenAI melakukannya dalam lima tahun. Itu alasan rasional kenapa uang masih mengalir.

Tapi perhatikan detail yang sering dilewatkan: target internalnya 1 miliar pengguna, dan mereka meleset. Wall Street Journal melaporkan OpenAI meleset dari beberapa target pendapatan maupun pengguna internal karena tekanan dari Google dan Anthropic. Pertumbuhannya masih brutal, tapi mulai melambat dari janjinya sendiri.

Lubang strukturalnya: bisnis ini beda dari software

Google jual iklan. Microsoft jual lisensi software. Setelah produknya jadi, biaya melayani satu pelanggan tambahan mendekati nol. Itu sebabnya margin mereka 50 sampai 70 persen.

OpenAI tidak begitu. Setiap kali kamu mengetik prompt, bayar atau gratis, ada GPU yang menyala, listrik yang terbakar, dan tagihan cloud yang jalan. Biaya marjinalnya nyata dan besar. Pertumbuhan pengguna bukan cuma menambah pendapatan, tapi juga menambah beban.

Ini inti masalahnya, dan ini yang tidak bisa diselesaikan dengan "nanti juga skala ekonomi masuk". Untuk bisnis inferensi AI, skala tidak otomatis menurunkan biaya per unit selama kamu terus mengejar model terdepan.

Menurut dokumen internal yang dilaporkan The Information, OpenAI memproyeksikan tingkat bakar duitnya tetap di sekitar 57% dari pendapatan pada 2026 dan 2027. Anthropic, sebagai perbandingan, memproyeksikan turun ke sekitar sepertiga pendapatan di 2026 dan 9% di 2027.

Ekonomi melingkar: "too big to fail" yang dirancang sengaja

Sekarang bagian yang paling menarik secara strategi.

Coba ikuti alurnya:

  1. Nvidia berkomitmen investasi puluhan miliar dolar ke OpenAI.
  2. OpenAI pakai uang itu untuk membeli chip. Dari Nvidia.
  3. Nvidia juga berinvestasi di CoreWeave, penyedia cloud.
  4. CoreWeave menjual kapasitas komputasi. Ke OpenAI.
  5. Microsoft investasi di OpenAI; OpenAI berkomitmen belanja layanan Azure (minimal $250 miliar sampai 2032 berdasarkan kesepakatan terbaru).
  6. Microsoft memakai pendapatan itu untuk membeli lebih banyak chip Nvidia.

Uang berputar dalam lingkaran, dan di tengah lingkaran itu ada OpenAI.

Kalau kamu merasa ini rapuh (satu tumbang, semua ikut), kamu benar. Tapi kalau kamu menyimpulkan ini kelemahan posisi OpenAI, kamu salah baca. Justru sebaliknya.

Inilah too big to fail by design. Kalau OpenAI jatuh, Nvidia kehilangan pembeli terbesarnya, Microsoft kehilangan aset strategisnya, Oracle dan CoreWeave kehilangan kontrak jangka panjangnya, SoftBank kehilangan taruhan terbesarnya. Semua pihak punya kepentingan finansial langsung untuk memastikan OpenAI tetap hidup.

Hasilnya terlihat di angka. Maret 2026, OpenAI menutup putaran pendanaan swasta terbesar dalam sejarah: $122 miliar pada valuasi $852 miliar, dengan Amazon, Nvidia, SoftBank, dan Microsoft di dalamnya. Sebulan sebelumnya angkanya masih $110 miliar di valuasi $730 miliar.

Jenius? Ya. Manipulatif? Silakan nilai sendiri. Tapi jangan sebut ini kebetulan.

Syaratnya berat: OpenAI menyampaikan ke investor bahwa mereka menargetkan $280 miliar pendapatan tahunan pada 2030. Dari basis sekitar $25 miliar, itu artinya tumbuh belasan kali lipat dalam empat tahun.

Taruhan pertama: Pentagon

Januari 2024, OpenAI diam-diam menghapus larangan penggunaan teknologinya untuk keperluan militer dari kebijakan penggunaannya. Waktu itu ramai sebentar, lalu terlupakan.

Februari 2026, konteksnya jadi jelas.

Ini bagian yang sering diceritakan salah, jadi mari diluruskan. Pentagon menuntut agar model AI yang mereka kontrak bisa dipakai untuk "segala penggunaan yang sah", termasuk pengawasan domestik massal dan sistem senjata otonom. Anthropic menolak. CEO-nya, Dario Amodei, menyatakan pada 26 Februari 2026 bahwa perusahaannya tidak bisa menerima syarat itu dengan nurani yang bersih.

Balasannya keras. Menteri Pertahanan menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok keamanan nasional, dan Presiden memerintahkan lembaga federal berhenti memakai produk Anthropic. Kontrak $200 juta yang sebelumnya membuat Anthropic jadi lab AI pertama di jaringan rahasia Pentagon dibatalkan.

Sehari kemudian, 27 sampai 28 Februari 2026, OpenAI mengumumkan kesepakatan dengan Pentagon untuk jaringan terklasifikasi. Diumumkan terbuka oleh Altman di X, bukan kontrak rahasia.

Yang penting untuk jujur di sini: OpenAI tidak menerima syarat yang sama persis dengan yang ditolak Anthropic. Kesepakatannya mencantumkan larangan eksplisit terhadap pengawasan domestik massal dan mengharuskan manusia tetap bertanggung jawab atas penggunaan kekuatan mematikan. Altman sendiri mengakui negosiasinya terburu-buru.

Tapi kritiknya juga sah dan tajam. Stuart Russell dari UC Berkeley menunjuk celah mendasar: kontrak itu merujuk pada kebijakan Departemen Pertahanan yang bisa diubah sepihak oleh Departemen Pertahanan sendiri. Kamu tidak bisa mengikat pelanggan dengan aturan yang aturannya dia sendiri yang bikin. Sejumlah pihak juga mempertanyakan kenapa klausul kuncinya tidak dipublikasikan.

Mei 2026, Pentagon memfinalisasi kontrak AI terklasifikasi dengan delapan perusahaan. Anthropic tidak ada di daftar.

Secara finansial, logikanya kuat: kontrak pemerintah adalah pendapatan berulang yang terjamin. Kita bisa berhenti langganan kapan saja. Departemen Pertahanan tidak.

Secara misi, yang katanya "AI for the benefit of all humanity", silakan tarik kesimpulan sendiri.

Taruhan kedua: IPO

Orang cenderung mengira IPO artinya perusahaan sudah sehat. Dalam kasus ini, IPO artinya beban kerugian dipindahkan dari investor swasta ke investor publik.

8 Juni 2026, OpenAI mengajukan pendaftaran rahasia ke SEC. Target Altman: listing kuartal keempat 2026, valuasi menuju $1 triliun. Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JPMorgan memimpin transaksinya.

Di sinilah dramanya. CFO Sarah Friar, orang keuangan nomor satu di perusahaan itu, secara internal menyarankan menunda sampai 2027, dengan alasan OpenAI belum memenuhi standar pelaporan keuangan perusahaan publik. Konflik ini bocor lewat profil Wall Street Journal.

Friar juga melakukan sesuatu yang jarang dibahas: ia menarik turun narasi Altman sendiri. Angka "$1,4 triliun komitmen komputasi" yang dipamerkan Altman ia koreksi ke investor menjadi rencana belanja sekitar $600 miliar sampai 2030. CFO yang mengerem CEO-nya sendiri di depan investor bukan pemandangan biasa.

Soal valuasi: di angka $852 miliar sampai $1 triliun dengan pendapatan tahunan sekitar $25 miliar, OpenAI dihargai sekitar 34 sampai 40 kali pendapatan. Facebook saat IPO 2012 sekitar 26 kali. Greg Jensen dari Bridgewater menyebut harganya sudah mencerminkan hasil monopoli yang belum benar-benar terjadi.

Dan yang paling penting: uang IPO ini bukan untuk menutup kerugian lama. Proyeksi menunjukkan OpenAI masih akan rugi sekitar $14 miliar di 2026 saja, dengan bakar kas kumulatif sampai $115 miliar hingga 2029. Uang IPO adalah bahan bakar untuk kerugian yang belum terjadi.

Per pertengahan 2026, pelaporan menunjukkan OpenAI justru condong ke 2027.

Bayangan Anthropic

Ini pembanding yang membuat cerita OpenAI terlihat berbeda.

Anthropic didirikan mantan orang OpenAI yang tidak sepakat soal arah perusahaan. Penggunanya jauh lebih sedikit. Tapi per Maret 2026, Reuters melaporkan pendapatan tahunannya sekitar $30 miliar, melampaui OpenAI yang di kisaran $25 miliar.

Dan di kuartal kedua 2026, Anthropic melaporkan sekitar $10,9 miliar pendapatan dengan laba operasi sekitar $559 juta. Kuartal untung pertamanya. Perusahaannya sendiri memberi catatan bahwa ini mungkin belum berkelanjutan karena sebagian berasal dari diskon awal pada kesepakatan komputasinya.

Kenapa bisa? Bukan karena "perusahaannya lebih rapi" atau alasan moral. Alasannya struktural: bauran bisnisnya berbeda. Anthropic berat di API dan enterprise, terutama coding, di mana satu pelanggan bisa membayar ribuan kali lipat pelanggan konsumen, dan tidak ada ratusan juta pengguna gratis yang harus disubsidi.

Pangsa pasar OpenAI di segmen enterprise dilaporkan turun dari sekitar 50% ke 27% dalam dua tahun.

Satu catatan yang membuat gambarannya lebih rumit: Mei 2026, keduanya bergerak identik. OpenAI meluncurkan usaha patungan senilai lebih dari $4 miliar bersama TPG, Advent, Bain Capital, dan Brookfield untuk mempercepat adopsi enterprise. Dalam hitungan menit, Anthropic mengumumkan struktur serupa bersama Blackstone, Goldman Sachs, dan Apollo. Ini bukan tanda OpenAI panik. Ini pertempuran distribusi yang keduanya jalani.

Yang sebenarnya dipertaruhkan

Kalau kamu mengukur OpenAI dari ChatGPT, kamu salah alat ukur.

ChatGPT adalah produk pendanaan. Tujuan yang dinyatakan adalah AGI, kecerdasan buatan yang bisa melakukan apa pun yang bisa dilakukan manusia. Dan AGI pun disebut Altman sebagai titik awal, bukan tujuan. Tujuannya superintelligence: sistem yang melampaui manusia terbaik di semua bidang.

Narasi publiknya optimis: obat kanker, solusi iklim, energi fusi.

Sisi gelapnya diakui perusahaan itu sendiri: mereka belum tahu cara mengendalikannya. Ironisnya, tim internal yang secara khusus dibentuk untuk memastikan sistem superintelijen tetap terkendali, namanya tim Superalignment, dibubarkan pada Mei 2024 setelah kepergian beberapa peneliti keamanan seniornya.

Jadi kalimatnya jadi begini: mereka berlari kencang menuju sesuatu yang mereka sendiri belum tahu cara mengontrolnya, dengan uang yang harus terus mengalir supaya larinya tidak berhenti.